SELAMI KISAH HEROIK BERSAMA PARA VETERAN
SELAMI KISAH HEROIK BERSAMA PARA VETERAN
Oleh: Sriyanto
SURABAYA, 15 Juli 2026. Suasana di SMP Al Hikmah Surabaya hari ini terasa begitu berbeda dan sarat nilai emosional. Ratusan siswa kelas 8 tidak sekadar duduk di kelas membaca buku teks sejarah yang tebal, melainkan berkesempatan emas untuk "melintasi waktu" melalui penuturan langsung para saksi sejarah.
Dalam sebuah acara talk show interaktif yang dikemas hangat namun penuh khidmat, para siswa belajar bersama para Veteran Surabaya—para pahlawan yang mengorbankan masa mudanya demi tegaknya kedaulatan NKRI.
Melalui talk show ini, sejarah tidak lagi terasa sebagai hafalan tahun dan nama, melainkan untaian kisah nyata yang mendebarkan. Lima Veteran yang hadir membagikan potongan-potongan perjuangan mereka di berbagai era transisi penting bangsa Indonesia. Pertama, Menghalau Migrasi Jelang G 30 S PKI. Kisah Pak Suharsono, membuka sesi dengan kisah yang mengesankan sekaligus menegangkan di masa pergolakan politik tanah air. Beliau menceritakan pengalamannya dalam menghalau warga Surabaya agar tidak pergi ke China dalam peristiwa sensitif menjelang meletusnya G 30 S PKI. Sebuah tugas diplomasi lapangan yang menuntut kehati-hatian luar biasa demi menjaga keutuhan warga negara.
Kedua, Menantang Angkatan Laut Inggris di Garis Batas. Kisah Pak Darmanto dan Pak Sumarjo. Nuansa perjuangan bergeser ke era konfrontasi. Pak Darmanto dengan penuh semangat menerangkan bagaimana rasanya berada di garis depan konfrontasi dengan Malaysia. Kisah tersebut diperkuat oleh kesaksian Pak Sumarjo dalam peristiwa Dwi Kora (Dwi Komando Rakyat). Dengan mata berbinar, beliau menceritakan taktik menegangkan saat menghadang kapal-kapal militer Inggris yang mencoba menyusupkan senjata untuk memperkuat pertahanan Malaysia kala itu.
Ketiga, Dari Riau hingga Timor Leste. Kisah Pak I Nyoman menceritakan ketegangan ruang acara semakin memuncak saat Pak I Nyoman membagikan memorinya. Ditugaskan di wilayah rawan di Riau, Pak Nyoman membuktikan bahwa rasa nasionalisme dan tanggung jawab adalah jangkar utama seorang prajurit. Beliau selalu siap sedia kapan pun ibu pertiwi memanggil, termasuk saat mengemban amanah berat dan bertaruh nyawa dalam operasi militer merebut Timor Leste (saat itu Timor Timur) dari tangan penjajah Portugis.
Mendengar langsung suka duka perjuangan melawan penjajah dan mempertahankan kedaulatan negara dari para pelakunya memberikan kesan mendalam bagi para siswa kelas 8 SMP Al Hikmah Surabaya. Melalui tatapan mata para veteran yang telah memutih rambutnya, namun tetap membara semangatnya, para siswa belajar arti sejati dari kata "Merdeka".
Semoga kegiatan sharing ini tidak hanya menjadi agenda tahunan biasa, melainkan menjadi pemantik utama bagi tumbuh suburnya nilai-nilai nasionalisme, rasa syukur, serta tanggung jawab dalam jiwa generasi muda untuk terus menjaga dan membangun Indonesia di masa depan.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Hari ini, siswa-siswi kami belajar bahwa keamanan dan kedamaian yang mereka nikmati hari ini, dibayar mahal oleh tetesan keringat dan darah para veteran."
Belajar suka duka perjuangan langsung dari para pelakunya adalah cara terbaik menanamkan nasionalisme organik. Sharing bersama para veteran di SMP Al Hikmah Surabaya membuktikan bahwa ketika sejarah diceritakan dengan hati, akan menancap dalam ingatan generasi hari ini. Waallahualam bishowab

Komentar
Posting Komentar